Dalam aksinya, para demonstran membawa spanduk serta menyampaikan orasi yang mendesak panitia lelang dan dinas teknis terkait untuk membocorkan secara terbuka indikator penilaian, penetapan kualifikasi, hingga rekam jejak pemenang proyek fasilitas publik tersebut. Massa menilai, proyek publik yang bersumber dari uang rakyat itu harus terbebas dari praktik KKN (Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme).
“Kami datang bukan untuk menghambat pembangunan, melainkan memastikan uang rakyat dipergunakan dengan jujur dan sesuai aturan. RSUD Randudongkal ini fasilitas kesehatan vital, proses lelangnya harus bersih tanpa main mata di belakang meja,” ujar salah satu perwakilan massa aksi GRIB Jaya Pemalang.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Menanggapi gelombang unjuk rasa tersebut, perwakilan pejabat instansi terkait dan panitia lelang menemui perwakilan massa aksi untuk melakukan dialog secara terbuka. Pihak penyelenggara berkomitmen untuk menampung seluruh aspirasi yang disampaikan serta siap melakukan peninjauan ulang terhadap tahapan mekanisme tender, sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.











