
PEMALANG – Pemerintah Kabupaten Pemalang menggelar pertunjukan wayang golek dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-451 Kabupaten Pemalang. Acara yang berlangsung di Halaman Pendopo Kabupaten Pemalang pada Selasa malam (27/1/2026) ini menjadi sarana refleksi sejarah sekaligus pelestarian budaya daerah.
Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan daerah, di antaranya Bupati Pemalang Anom Widiyantoro, S.E., M.M., Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif, S.Hub.Int., serta perwakilan dari jajaran Forkopimda dan tokoh masyarakat setempat.
Di tengah suasana perayaan, Bupati Anom Widiyantoro mengawali sambutannya dengan memberikan penghormatan bagi warga yang terdampak bencana alam.
“Kami menyampaikan empati mendalam bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana di beberapa wilayah Pemalang. Mari kita doakan agar para korban diberikan kekuatan dan kesabaran,” ujar Bupati.
Bupati menegaskan bahwa pagelaran wayang bukan sekadar hiburan semata, melainkan wujud nyata komitmen Pemkab dalam memajukan kebudayaan sesuai visi “MULYA” (Maju, Unggul, Lestari, dan Berbudaya).
Dalang Ki Aditya Nugraha, S.Sn., membawakan lakon “Pangeran Purbaya”, sebuah kisah yang memiliki kedekatan historis dengan Desa Surajaya dan Desa Penggarit di Pemalang. Lakon ini menonjolkan nilai kepemimpinan dan dedikasi dalam menjaga kedamaian wilayah.

Senada dengan Bupati, Dandim 0711/Pemalang Letkol Inf. Muhammad Arif menekankan pentingnya seni tradisional dalam memperkuat ketahanan budaya, terutama bagi generasi muda.
“TNI mendukung penuh kegiatan ini. Wayang golek adalah instrumen strategis untuk menanamkan nilai kepemimpinan dan nasionalisme. Melalui seni, kita memperkuat jati diri bangsa dan kebersamaan masyarakat,” jelas Dandim di sela acara.








