“Puasa membantu memperkuat sistem imun, sehingga tubuh menjadi lebih tahan terhadap gangguan kesehatan, baik fisik maupun psikis,” ujarnya, dikutip Rabu (25/2/2026).
Secara medis, puasa diketahui dapat meningkatkan kinerja sel getah bening yang berperan penting dalam sistem pertahanan tubuh.
Selama Ramadhan, jumlah limfosit sel imun yang melawan infeksi mengalami peningkatan signifikan.
Tak hanya itu, kadar antibodi tertentu juga bertambah, sehingga respons tubuh terhadap peradangan dan infeksi menjadi lebih optimal.
Kondisi ini membuat tubuh lebih siap menghadapi berbagai ancaman penyakit.
Puasa Ramadhan juga erat kaitannya dengan pengendalian berat badan.
Pola makan yang lebih teratur saat sahur dan berbuka, disertai pengendalian hawa nafsu, membantu menekan risiko obesitas.













