Meski proses penambangan sudah dimulai, PT Timah masih melakukan feasibility study (FS) ulang guna menyesuaikan dengan kondisi geologi terkini. Tambang primer dengan karakter batuan keras tentu menuntut teknologi dan strategi penambangan yang berbeda dibanding tambang aluvial.
“Dengan kondisi dan kontur yang ada, tambang primer pasti membutuhkan blasting. Prosesnya lebih panjang dan menantang,” jelas Suhendra.
Mandiri Tanpa Mitra, Produksi Dimulai 2026
Untuk pengembangan cadangan baru ini, PT Timah berencana menggarapnya secara mandiri tanpa mitra eksternal. Jika semua tahapan berjalan sesuai rencana, produksi dari tambang primer diproyeksikan bisa mulai berjalan paling cepat pada awal 2026.













