Pada tahun pertama operasional, Pani ditargetkan mampu menghasilkan sekitar 80.000 ounces (oz) emas. Ke depannya, kapasitas produksi ditingkatkan menjadi 300.000 oz per tahun, dengan puncak produksi diperkirakan bisa menyentuh 500.000 oz per tahun.
Sebagai tahap awal, MDKA akan menggunakan metode heap leach untuk mengolah bijih oksida, sebelum beralih ke teknologi carbon-in-leach (CIL) pada 2028.
IPO Anak Usaha Tambang Emas
Menariknya, rencana operasi Pani juga dibarengi dengan wacana IPO anak usaha MDKA yang mengelola proyek emas ini. Informasi pasar menyebut, dokumen IPO sudah sampai di meja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan ditargetkan bisa terealisasi bulan depan. Jika terealisasi, aksi korporasi tersebut berpotensi menjadi IPO terbesar di Bursa Efek Indonesia tahun ini.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













