Modus “Pecah Titik” dan Material Berkualitas Rendah
Secara teknis, papan proyek mencantumkan total panjang drainase mencapai 513 meter yang terbagi dalam dua titik. Namun, pantauan di lokasi menunjukkan pola pengerjaan yang terfragmentasi atau “pecah titik”. Mayoritas pekerjaan terkesan hanya bersifat tambal sulam.
“Laporan pengerjaan yang terfragmentasi ini mengindikasikan volume total mungkin tidak tercapai. Jika pengerjaannya tidak utuh dan menyambung sesuai standar konstruksi, umur pakai drainase ini dipastikan tidak akan lama,” ungkap seorang pengamat konstruksi yang memantau lokasi.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Tak hanya soal volume, kualitas material juga menjadi sorotan tajam. Ditemukan penggunaan pasir dengan kandungan lumpur tinggi serta adanya material bekas yang dipasang kembali. Padahal, dalam standar proyek pemerintah, penggunaan material bekas sangat dilarang kecuali diatur secara khusus dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).













