
Cikarang, CMI News — Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) optimistis produksi batu bara Indonesia pada 2025 dapat mencapai kisaran 700 juta ton, meski realisasi paruh pertama tahun ini menunjukkan tren penurunan dibanding periode yang sama tahun lalu.
Hingga semester I-2025, produksi batu bara nasional tercatat 371,66 juta ton, setara sekitar 53% dari target tahunan. Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Tri Winarno, menilai pencapaian akhir tahun masih berada di jalur yang tepat.
“Produksi sekarang sudah 350 juta ton lebih. Kalau targetnya 700 juta ton, ya seharusnya bisa tercapai,” ujarnya, Sabtu (9/8/2025).
Tren Produksi dan Ekspor Melambat
Berdasarkan data Minerba One Data Indonesia (MODI), produksi batu bara semester I-2025 turun 8,47% dibanding periode yang sama tahun lalu, di mana Januari–Juni 2024 sempat menyentuh 406,06 juta ton.

Tidak hanya produksi, ekspor batu bara juga mengalami perlambatan. Sepanjang semester I-2025, volume ekspor tercatat 185,98 juta ton, turun 6,13% dari 198,13 juta ton pada periode yang sama 2024.
Rekor Produksi 2024 dan Target 2025
Pada 2024, Indonesia mencatat rekor produksi batu bara tertinggi sepanjang sejarah, yakni 836 juta ton. Angka ini melampaui target tahunan sebesar 710 juta ton atau 117% dari rencana, sekaligus memecahkan capaian tahun 2023 yang juga tinggi, yakni 775 juta ton.
Menariknya, target produksi 2025 justru ditetapkan lebih rendah dari realisasi tahun lalu, yakni 735 juta ton. Dengan capaian semester pertama yang melambat, target 700 juta ton pada tahun ini akan menuntut percepatan produksi di semester kedua.








