PEMALANG – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2025 di Makodim 0711/Pemalang tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga sarana penyampaian pesan-pesan strategis dari pucuk pimpinan tertinggi TNI.

Dalam upacara yang berlangsung khidmat, Minggu (17/8), Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0711/Pemalang Mayor Kav Agus Solichin membacakan amanat tertulis dari Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. Amanat tersebut menyoroti peran sentral TNI dalam mewujudkan visi bangsa.

Upacara yang mengusung tema “Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju” ini diikuti oleh seluruh prajurit TNI, PNS Kodim, serta anggota Komcad SPPI. Tema tersebut menjadi landasan utama bagi Panglima TNI untuk menegaskan kembali komitmen TNI dalam menjaga persatuan dan kedaulatan, yang bermuara pada kesejahteraan rakyat dan kemajuan bangsa.

Dalam amanatnya, Panglima TNI menekankan bahwa bagi TNI, peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI dimaknai sebagai komitmen untuk memperkuat sinergi antar-matra—Darat, Laut, dan Udara—serta dengan seluruh komponen bangsa. Hal ini bertujuan untuk memastikan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) tetap terjaga.

Pesan kuat lainnya yang disampaikan Panglima TNI adalah tanggung jawab TNI dalam menegakkan kedaulatan di tiga matra dari segala bentuk ancaman. Lebih dari itu, TNI juga mengabdikan kekuatan dan kemampuannya untuk menciptakan rasa aman dan kesejahteraan rakyat, baik melalui operasi militer maupun operasi selain perang. Hal ini menunjukkan bahwa peran TNI tidak hanya terbatas pada pertahanan, tetapi juga meluas pada aspek sosial dan kemanusiaan.

Panglima TNI juga menyinggung program strategis TNI Prima sebagai wujud nyata dukungan TNI terhadap Asta Cita, program yang bertujuan mewujudkan Indonesia yang maju dan sejahtera.

Hal ini menggarisbawahi bahwa setiap langkah yang diambil oleh TNI hari ini adalah jawaban atas tantangan yang dihadapi bangsa, sehingga membutuhkan dedikasi dan integritas yang kuat.

Pesan yang paling mendalam dan menyentuh adalah penegasan kembali jati diri TNI

“Ingatlah, TNI adalah rakyat, berasal dari rakyat, dan berjuang untuk rakyat, itulah jati diri TNI yang harus senantiasa kita junjung tinggi,” tutur Panglima TNI dalam amanatnya. Kalimat ini menjadi pengingat bagi setiap prajurit untuk tidak pernah melupakan akar dan tujuan pengabdian mereka.

Di penghujung amanatnya, Panglima TNI meminta seluruh prajurit, dari tingkat paling atas hingga yang bertugas di garis depan, untuk terus bekerja dengan dedikasi tinggi, rasa tanggung jawab, dan kehormatan.

Rangkaian upacara ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan dan kemajuan bagi Indonesia di usianya yang ke-80 tahun.

Dengan pesan-pesan yang sarat makna ini, peringatan HUT Kemerdekaan RI di Kodim Pemalang menjadi momentum penting untuk merefleksikan kembali peran dan tugas TNI sebagai garda terdepan bangsa.