Alumnus University Kebangsaan Malaysia itu menyebut bahwa performa Dilla yang terlihat kompak dengan wakilnya menunjang primanya penampilan di panggung debat. Namun lebih dari itu penguasaan Dilla dan Muslimin soal isu – isu nelayan, pertanian dan human development memberi sumbangsih besar penampilan keduanya.
“Pasangan ini unik, baik Cabup maupun Cawabupnya sama – sama menguasai materi. Berbeda dengan Laza – Aris yang terlihat one fighter. Belum lagi penguasaan Laza yang sepertinya minim. Semisal soal PDAM yang digoreng nerizen itu, harusnya kan data dasar seperti itu mesti dikuasai di luar kepala,” jelas Dori.
Dori sepakat bahwa sebuah program yang ditawarkan harus visioner. Boleh saja mengikuti aspirasi masyarakat tetapi harus juga memperhatikan efek kemampuan mendongkrak kesejahteran.













