CMI News – Pemerintah kembali serius membahas kelanjutan kepemilikan negara di PT Freeport Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan bahwa Indonesia berencana menambah kepemilikan saham hingga 12% di perusahaan tambang tembaga-emas terbesar tersebut.

Menariknya, Bahlil menyebut penambahan saham ini akan dilakukan setelah 2041 dan nilai transaksinya relatif kecil dibandingkan dengan besarnya operasi Freeport di Papua.

“Divestasi ini nilainya sangat kecil sekali, namun tetap perlu dibahas sejak sekarang,” ujar Bahlil dikutip Rabu (29/10/2025).

Mengamankan Masa Depan Tambang Freeport

Perpanjangan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) Freeport yang akan berakhir pada 2041 menjadi bagian penting dari negosiasi. Pemerintah ingin memastikan operasional tambang tidak terhenti dan eksplorasi tetap berlanjut.

Saat ini produksi Freeport masih mengandalkan hasil eksplorasi periode 2003–2004. Berdasarkan peta cadangan, produksi diperkirakan mengalami penurunan signifikan mulai 2035 jika tidak ada penemuan sumber baru.

Karena itu, pembicaraan jangka panjang perlu segera dimulai.

“Kalau tidak kita lakukan dari sekarang, kita akan kehilangan waktu dalam eksplorasi dan perpanjangan izin,” tegas Bahlil.

Awal bulan depan, pemerintah akan kembali bertemu manajemen Freeport untuk memfinalisasi skema perpanjangan operasi, divestasi tambahan, dan mekanisme fiskal.

PPh Freeport Tetap 25% Demi Optimalisasi Pendapatan Negara

Ada satu poin krusial lain yang diperjuangkan pemerintah: PPh Badan untuk Freeport tetap 25%, meski tarif PPh perusahaan nasional kini sudah turun ke level di bawah 22%.

Menurut Bahlil, kebijakan ini penting untuk memastikan penerimaan negara tetap maksimal dari sektor pertambangan strategis seperti Freeport.

Selain pendapatan fiskal, pemerintah juga menekankan komitmen pembangunan sosial di Papua, mencakup:

✅ Fasilitas kesehatan
✅ Infrastruktur pendidikan
✅ Keterlibatan pelaku usaha lokal Papua dalam rantai pasok industri tambang

Tujuannya jelas: manfaat ekonomi Freeport harus terasa lebih luas bagi masyarakat Papua.

Audit Menyeluruh Usai Tragedi Longsor

Freeport juga sedang menjalani audit operasi pasca insiden longsor di area tambang bawah tanah Grasberg Block Cave pada September lalu yang menyebabkan 7 pekerja meninggal dunia.

Bahlil memastikan produksi sudah kembali berjalan, namun audit tetap menjadi syarat utama sebelum operasi normal dipulihkan sepenuhnya.

“Insya Allah dalam bulan depan sudah ada tanda-tanda perbaikan,” ungkapnya.