“Tujuan utama dilaunching-nya Sapa Ikhlas adalah untuk mengakurasi data, terutama data pertanian secara digitalisasi sehingga kita memiliki data yang real-time. Ke depan, Sapa Ikhlas akan kita kembangkan tidak hanya di bidang pertanian saja, melainkan diintegrasikan penuh guna mendukung ekosistem Smart Village di Kabupaten Pemalang,” ujar Anom Widiyantoro.
Beliau menambahkan bahwa transformasi digital di klaster pangan ini diproyeksikan menjadi batu loncatan penting. Fondasi integrasi data dari tingkat sektoral kelak diplot sebagai acuan utama tata kelola birokrasi pemerintahan desa berbasis sains data dan teknologi, sehingga setiap kebijakan publik yang diterbitkan di masa mendatang dapat dieksekusi secara tepat guna dan tepat sasaran.
Selain mengusung agenda formal birokrasi, rangkaian acara peluncuran Sapa Ikhlas sukses memikat antusiasme warga lewat variasi hiburan yang meriah. Kemeriahan diawali sejak pagi hari dengan agenda senam kebugaran massal yang diikuti oleh jajaran ASN dan masyarakat, disusul dengan berbagai fun game interaktif yang memicu keakraban.
Sisi pelestarian budaya lokal turut menjadi daya tarik utama berkat penampilan memukau dari dalang cilik berbakat, Ki Narendra Hang Ehsan, yang membawakan pentas wayang kulit dengan penuh penghayatan. Panggung budaya semakin semarak berkat suguhan kreasi seni tari tradisional estetik serta alunan tembang kenangan yang membawa atmosfer nostalgia di area pendopo.
Sebagai pemungkas kemeriahan, panitia menyelenggarakan pembagian ratusan hadiah menarik atau doorprize bagi warga yang beruntung, sebelum akhirnya ditutup dengan agenda nonton bareng (nobar) siaran langsung pertandingan Piala Dunia yang mempertemukan duel sengit antara timnas Argentina melawan Swiss. Kombinasi inovasi teknologi publik dan pendekatan hiburan rakyat ini diharapkan mampu mempererat sinergi antara pemerintah daerah dan elemen masyarakat demi mewujudkan visi Pemalang Bercahaya.

















