“Di sini kita mendoakan arwah leluhur dan pendiri Pemalang. Kita perlu mengingat perjuangan beliau-beliau untuk merefleksikan diri. Hal ini menyemangati kita untuk senantiasa mawas diri, berpegang pada kearifan lokal, dan nilai-nilai agama demi membawa Pemalang menjadi lebih baik,” ujar Bupati Anom.
Bupati juga menekankan pentingnya menjaga warisan nilai-nilai luhur seperti guyub rukun, tepo seliro, dan semangat gotong royong. Ia berharap, nilai-nilai tersebut dapat membawa Pemalang menjadi daerah yang gemah ripah loh jinawi serta baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur.
Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Nurkholes juga menyampaikan harapannya agar masyarakat Pemalang senantiasa diberkati dan diberikan kelancaran dalam setiap usaha. Ia mengajak warga untuk tetap bersabar, bertakwa, dan bekerja keras demi kemajuan bersama.
Sementara itu, Ketua Pengurus Komplek Makam Suronatan, Noer Mochamad Alie, mengungkapkan kebanggaannya atas perhatian pemerintah terhadap situs sejarah ini. Mengingat Makam Suronatan telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, ia berharap perhatian dari tim arkeologi baru-baru ini dapat mendorong situs ini menjadi cagar budaya tingkat internasional.
Ziarah dalam rangka Hari Jadi ke-451 ini tidak hanya terpusat di Makam Suronatan. Sebagai bentuk penghormatan yang merata, jajaran Pemkab Pemalang juga mengunjungi sejumlah makam tokoh penting lainnya, di antaranya: Makam Pagaran dan Makam Raden Mengoneng, Makam Gusti Sepuh/Sigeseng, Makam Syekh Maghribi (Pesantren), Makam Syekh Hadiyana Natasangin (Majalangu), Makam Suro Menggolo (Krajan), dan Makam Mbah Nur Durya (Walangsanga)
Melalui langkah awal ziarah ini, Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap seluruh rangkaian acara Hari Jadi ke-451 dapat berjalan lancar dan menjadi momentum kebangkitan semangat bagi seluruh lapisan masyarakat.











