Belum sempat Forest bangkit dari kegagalan itu, malapetaka datang hanya 54 detik kemudian. Serangan cepat Braga diakhiri umpan tarik Ricardo Horta yang tanpa sengaja dibelokkan Ryan Yates ke gawang sendiri. Gol bunuh diri sang kapten membuat Matz Sels tak berdaya, sekaligus mengunci keunggulan Braga.
Sean Dyche menyebut momen tersebut sebagai “satu menit kegilaan”, namun ia juga tak menutup mata terhadap rapuhnya permainan timnya sepanjang laga. Kekalahan ini terasa makin menyakitkan, mengingat Forest baru saja menahan imbang Arsenal di Liga Inggris akhir pekan lalu.
“Ya, tentu mereka frustrasi,” kata Dyche, dikutip dari The Guardian, Jumat (23/1/2026).
“Mereka ingin kami tampil baik di kompetisi ini. Kami juga menginginkannya. Ini kompetisi besar yang sudah lama dinantikan klub. Saya paham kekecewaan mereka. Ekspektasinya tinggi musim ini. Tapi ini butuh waktu, kami tidak punya debu ajaib.”













