Dalam laporan sebelumnya, media mengabarkan kondisi Suhadi dan istrinya yang menempati rumah berukuran sekitar 5×2 meter. Rumah tersebut beratapkan seng, berpagar plastik, dan beralaskan tanah.
“Katanya mau bantu lewat Dewan, kenapa kok itu diviralkan mas,” tulis Suradi dalam pesan WhatsApp. Kamis (20/6/2024).
Awak media membantah dan tidak pernah merasa berjanji akan mengusulkan bantuan ke dewan, seperti yang dikatakan oleh Kades Tumbal.
Suradi bahkan menanyakan identitas wartawan yang menghubunginya dengan nada yang terkesan mengancam.
“Njenengan namine sinten mas, njenengan jangan sok jadi pahlawan (kamu namanya siapa mas),” ketus Suradi dalam pesan WhatsApp-nya.
Padahal, sebelumnya wartawan sudah menghubungi Kepala Desa Tumbal terkait informasi tersebut dan tidak ada janji mengenai pengajuan bantuan ke dewan. Wartawan hanya bermaksud menyampaikan kondisi Suhadi sebagai berita tanpa ada niatan lain.
Peristiwa ini mengundang perhatian publik dan menambah sorotan terhadap perlunya perhatian lebih dari pemerintah terhadap warganya yang membutuhkan bantuan.
Sementara itu, tanggapan Kepala Desa Tumbal mencerminkan kompleksitas komunikasi antara pihak media dan aparat desa dalam menangani isu-isu sosial seperti ini.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.













