CMI NEWS — Pembukaan arsip besar-besaran kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) pada awal 2026 kembali mengguncang perhatian publik global.
Dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files memuat jutaan halaman korespondensi, laporan intelijen, foto, hingga rekaman video yang merekam jejaring internasional Epstein selama lebih dari satu dekade.
Di antara temuan paling menyita perhatian, nama Indonesia tercatat muncul ratusan kali dalam dokumen tersebut.
Selain itu, arsip juga menyinggung Bali, korespondensi Epstein dengan keluarga Rothschild, hingga diskusi kontroversial yang menyebut Adolf Hitler.
Meski demikian, para peneliti menekankan bahwa kemunculan nama atau lokasi tidak otomatis menunjukkan keterlibatan pidana, melainkan sering kali berkaitan dengan arsip administratif, referensi geopolitik, hingga dokumentasi perjalanan.
Indonesia Muncul Ratusan Kali, Apa Konteksnya?
Berdasarkan penelusuran awal terhadap Epstein Files, Indonesia disebut lebih dari ratusan kali dalam berbagai konteks.
Mayoritas kemunculan itu berkaitan dengan:
Laporan ekonomi global dan alokasi aset negara berkembang
Dokumen perbankan internasional yang mencantumkan Indonesia sebagai referensi pasar
Kliping pemberitaan tentang situasi politik dan ekonomi nasional
Bahan briefing institusi keuangan seperti JP Morgan dan Deutsche Bank
Dalam beberapa dokumen, Indonesia disebut sejajar dengan negara lain sebagai bagian dari analisis makroekonomi global, tanpa menyebut individu tertentu secara spesifik.












