Namun, ia menegaskan bahwa kabar tersebut juga mengguncangkan Raja Herodes dan membuat penduduk Yerusalem gelisah karena terang Kristus menyingkap ketakutan, ambisi politik, dan kekuasaan yang tidak sejalan dengan kehendak Tuhan.
Pendeta Niko Auwe menyoroti dua hal penting:
1. Herodes melambangkan politik kekuasaan yang merasa terancam oleh kebenaran ilahi.
2. Para Majus menjadi teladan iman, ketaatan, kerendahan hati, dan semangat mencari kebenaran meskipun datang dari jauh.
Ia mengajak seluruh jajaran Satpol PP Dogiyai untuk menjadikan Natal sebagai momentum perubahan sikap dan peningkatan integritas dalam menjalankan tugas.
Melalui pesan Natalnya, Pendeta Niko Auwe mengingatkan seluruh personel Satpol PP untuk:













