Kesehatan: +0,91%
Energi: +0,18%
Hal ini menunjukkan rotasi sektor yang lebih menyukai industri dengan potensi pertumbuhan jangka panjang di tengah volatilitas.
Rupiah Tertekan, DXY Menguat di Tengah Ancaman Shutdown
Rupiah kembali terdepresiasi terhadap dolar AS. Penutupan Selasa mencatat pelemahan 0,21% ke Rp 16.680/US$, setelah sempat menyentuh level psikologis Rp 16.700/US$.
Pelemahan ini terjadi seiring penguatan indeks dolar (DXY) yang berada di level 99,665 (+0,08%). DXY menguat seiring meredanya kekhawatiran pasar atas ancaman government shutdown di Amerika Serikat—meski drama politik tetap menjadi perhatian pelaku pasar global.
Kondisi tersebut mendorong apresiasi dolar sebagai aset aman (safe haven), sehingga menekan mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Imbal Hasil SBN Naik, Harga Turun
Tekanan juga terlihat di pasar obligasi. Imbal hasil (yield) SBN tenor 10 tahun naik ke 6,16%, dibandingkan 6,14% pada perdagangan sebelumnya.
Kenaikan yield menandakan turunnya harga obligasi, mengindikasikan adanya aksi jual oleh investor, terutama yang menghindari risiko jelang ketidakpastian global.
Dengan tren ini, biaya pendanaan pemerintah dapat meningkat apabila volatilitas berlanjut.













