“Harapannya dengan penambahan conveyor, produksi sampah dapat maksimal mencapai 80 ton per hari. Sampah yang tidak terkelola dengan baik menimbulkan bau, sehingga menjadi kendala dalam hal tenaga kerja. Namun, dengan penambahan alat ini, insyaallah produksi akan meningkat,” ujar Mansur.
Selain pengolahan sampah, TPST juga dilengkapi dengan incinerator, alat pembakar sampah, serta pemilahan sampah organik dan anorganik.
Mansur berharap sampah organik dapat dimanfaatkan untuk pakan magot atau pupuk organik, sementara sampah anorganik dapat diolah menjadi paving block atau batu bata.
“Sampah organik diharapkan bisa dimanfaatkan sebagai pakan magot atau pupuk organik, sedangkan residu dari pembakaran dapat diolah menjadi paving block atau batu bata,” pungkas Mansur.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















