PEMALANG – Bupati Pemalang, Anom Widiyantoro, mengajak seluruh pihak untuk berkolaborasi mendukung pengembangan Asosiasi Pengelola Sistem Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (SPAMS) Perdesaan Banyu Lestari. Hal ini ia sampaikan saat menghadiri acara halal bi halal Asosiasi SPAMS Banyu Lestari yang digelar di salah satu kafe di Pemalang, Rabu (16/04/2025).
Menurut Bupati Anom, SPAMS memiliki peran strategis dalam menjaga ketersediaan air bersih bagi masyarakat desa, terlebih di tengah ancaman perubahan iklim dan musim kemarau yang dapat memengaruhi pasokan air.
“Peran kelompok pengelola SPAMS ini sangat-sangat urgent, sangat strategis dan ke depan harus dikembangkan, baik secara kewilayahan maupun cakupan bisnisnya,” ujar Anom.
Asosiasi SPAMS Banyu Lestari saat ini telah mengelola layanan di empat wilayah koordinasi (Korwil), dan diharapkan dapat memperluas jangkauannya. Anom juga mendorong agar lembaga pembiayaan seperti Badan Kerja Sama (BKK) dapat memberikan dukungan dalam bentuk pendanaan murah, bahkan berharap adanya pinjaman tanpa bunga guna mendorong upaya pelestarian lingkungan dan sumber mata air.
“Kami akan lebih konsen mencari sponsor dan dukungan lain agar kegiatan pelestarian lingkungan dan sumber mata air bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Bupati Anom juga menegaskan bahwa tantangan penyediaan air tidak bisa ditangani oleh satu pihak saja. Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dalam mendukung SPAMS, termasuk pemerintah daerah, lembaga keuangan, komunitas lokal, dan sektor swasta.
“Ini tidak bisa diselesaikan hanya satu pihak, tidak bisa diselesaikan hanya satu orang ataupun juga satu instansi. Kita memerlukan kolaborasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Asosiasi SPAMS Banyu Lestari, Nur Innayah, menjelaskan bahwa asosiasi tersebut terdiri dari 188 Kelompok Pengelola (KP) SPAMS yang tersebar di seluruh Kabupaten Pemalang. Kelompok-kelompok ini terbentuk sejak bergulirnya program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) pada tahun 2008 hingga 2022.
Pembiayaan SPAMS Banyu Lestari selama ini bersumber dari program Pamsimas, Dana Alokasi Khusus (DAK) Kementerian PUPR hingga tahun 2023, serta dana mandiri masyarakat melalui iuran penggunaan air dan kredit usaha mikro tanpa agunan.
Dengan adanya perhatian dan dukungan dari pemerintah daerah, Asosiasi SPAMS Banyu Lestari diharapkan dapat terus meningkatkan kapasitas dan jangkauan pelayanannya, sehingga dapat memenuhi kebutuhan dasar masyarakat akan air bersih secara berkelanjutan.













