“Kita semua ingin hidup tenang di atas tanah kita sendiri. Karena itu, mari sama-sama jaga keamanan. Jangan mudah terprovokasi, jangan ikut menyebarkan isu yang belum tentu benar. Kalau daerah ini aman, masyarakat bisa bekerja, anak-anak bisa sekolah, dan pemerintah juga bisa menjalankan pembangunan dengan baik,” ujanya.
Bupatiti meminta ASN menjadi teladan di tengah masyarakat dengan menjaga persatuan, membangun komunikasi yang baik, serta tidak ikut memperkeruh keadaan. Seluruh elemen Masyarakat, lanjutnya, memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga kedamaian di Kabupaten Dogiyai.
“Ini tanah kita, rumah kita bersama. Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Mari kita jaga daerah ini supaya tetap aman, sehingga semua orang bisa bekerja, mencari makan dan membangun Dogiyai dengan tenang,” katanya.
Di akhir arahannya, Bupati memberikan penegasan kepada seluruh pimpinan OPD agar tidak lagi mengangkat tenaga honorer baru di luar ketentuan pemerintah. Pembayaran honor, katanya, hanya diperuntukkan bagi tenaga honorer lama yang telah masuk dalam basis data pemerintah.
“Yang dibayarkan hanya honorer lama yang sudah masuk database. Kalau ada OPD yang masih tambah honorer baru tahun 2025 atau 2026, itu menjadi tanggung jawab OPD masing-masing, bukan tanggung jawab pemerintah daerah,” tegasnya.
Bupati juga mengingatkan agar tidak ada lagi praktik pendataan honorer secara terpisah di masing-masing bidang atau seksi. Seluruh data tenaga honorer harus mengacu pada basis data resmi yang telah ditetapkan pemerintah sehingga tidak menimbulkan persoalan administrasi di kemudian hari.
Apel pagi gabungan ditutup dengan ajakan kepada seluruh ASN, CPNS, tenaga kontrak, dan honorer untuk terus meningkatkan disiplin, profesionalisme serta semangat pengabdian kepada masyarakat demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih baik dan mendukung pembangunan Kabupaten Dogiyai.
( Humas Pemkab Dogiyai )

















