
PEMALANG — Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Kabupaten Pemalang memperkuat komitmen intervensi kemiskinan melalui penyaluran bantuan program Satu OPD Satu Desa Dampingan. Penyerahan bantuan serta peninjauan hasil program tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin dan Plt Bupati Pemalang Nurkholes di Desa Kendalrejo, Kecamatan Petarukan, Selasa (20/10/2026).
Program strategis ini dirancang bukan sekadar memberikan jaring pengaman sosial, melainkan mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan melalui sinergi lintas sektor, termasuk Baznas dan dunia usaha.
Sejumlah bantuan fisik dan pemberdayaan diserahkan kepada masyarakat penerima manfaat (mustahik), antara lain rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH), perbaikan fasilitas jalan aspal, sanitasi (jambanisasi), hingga akses listrik murah.
Di bidang ekonomi, bantuan difokuskan pada penguatan usaha warga melalui paket Kelompok Usaha Bersama (KUBE) ternak ayam petelur, pangkalan LPG dan sembako, Usaha Ekonomi Produktif (UEP), modal usaha, serta penyediaan sarana perontok padi untuk Kelompok Tani Sri Wenang. Bantuan sosial seperti paket sembako, peralatan sekolah, Alat Peraga Edukasi (APE) PAUD, hingga kornet sapi juga disalurkan.
Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin menegaskan bahwa efektivitas program perentasan kemiskinan sangat bergantung pada akurasi data di tingkat tapak.

“Pemutakhiran data penerima bantuan harus dilakukan secara berkala. Saya meminta pemerintah desa dan operator data memperbarui data setiap tiga bulan agar intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran dan sesuai kondisi riil warga,” tegas Taj Yasin.
Sementara itu, Plt Bupati Pemalang Nurkholes menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemprov Jateng terhadap wilayahnya. Mengingat keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), keterlibatan provinsi menjadi angin segar bagi percepatan pembangunan desa.
“Kolaborasi lintas pemerintah ini sangat penting. Evaluasi berkelanjutan akan terus kita lakukan agar dampak dari setiap intervensi program dirasakan secara nyata oleh masyarakat,” tutur Nurkholes.






