“Melalui dua pelatihan ini, harapannya agar para santri dapat mengembangkan tanaman toga dan memanfaatkan tanaman herbal ini sebagai alternatif untuk menjaga kebugaran dan kesehatan tubuh di lingkungan pesantren,” kata Mochammad Yasir.
Ia menambahkan, bahwa pihaknya dan tim juga mensosialisasikan pengelolaan jenis-jenis tanaman toga, seperti kunyit asem, kunyit putih, sirih pinang, temulawak, jahe merah, dan pokak.












