CMI News — Rematik bukan sekadar nyeri sendi biasa. Penyakit ini merupakan bentuk peradangan kronis pada jaringan sendi yang, bila tidak dikelola dengan baik, dapat menyebabkan rasa sakit, kaku, bahkan pembengkakan yang mengganggu aktivitas harian.
Salah satu cara penting untuk mengendalikan gejalanya adalah melalui pola makan yang tepat. Sebab, sejumlah makanan ternyata bisa memicu kambuhnya rematik dan memperparah peradangan di tubuh.
Dikutip dari Healthline (18/10/2025), berikut adalah enam jenis makanan yang sebaiknya dihindari oleh penderita rematik, lengkap dengan alasan ilmiahnya.
1. Daging Merah dan Olahan
Daging merah dan produk olahannya seperti sosis, bacon, atau daging asap mengandung lemak jenuh dan zat pengawet yang dapat memicu peradangan. Sejumlah studi juga mengaitkan konsumsi daging merah berlebih dengan meningkatnya kadar penanda inflamasi dalam tubuh.
Sebagai gantinya, penderita rematik disarankan untuk beralih ke sumber protein nabati seperti kacang-kacangan, tahu, tempe, dan sayuran hijau yang mengandung antioksidan alami dan bersifat anti-inflamasi.
2. Makanan Tinggi Purin
Purin adalah senyawa alami yang akan diubah tubuh menjadi asam urat. Saat kadarnya terlalu tinggi, asam urat dapat mengkristal di persendian dan memicu artritis gout—salah satu bentuk rematik yang paling umum.
Untuk mencegah kambuh, hindari makanan tinggi purin seperti jeroan, kerang, cumi, udang, serta minuman beralkohol seperti bir.
3. Makanan dan Minuman Manis
Gula rafinasi menjadi salah satu musuh terbesar bagi penderita rematik. Berdasarkan studi yang dimuat dalam Arthritis Care & Research (2020), konsumsi rutin minuman berpemanis dapat meningkatkan risiko artritis reumatoid.
Gula berlebih mendorong pelepasan sitokin, yaitu protein proinflamasi yang memperburuk peradangan dalam tubuh. Karena itu, batasi konsumsi kue, permen, soda, serta camilan kemasan tinggi gula.
4. Gorengan dan Lemak Tidak Sehat
Tidak semua lemak berbahaya, tetapi lemak jenuh dan trans yang banyak terdapat dalam gorengan, keju olahan, serta mentega padat, dapat memperburuk kondisi sendi. Lemak jenis ini meningkatkan kolesterol “jahat” (LDL) dan memperburuk respons peradangan pada jaringan sendi.
Sebagai alternatif, gunakan minyak zaitun, alpukat, atau kacang almond yang mengandung lemak sehat (omega-3 dan omega-9) untuk menjaga elastisitas sendi.
5. Alkohol
Konsumsi alkohol dapat memicu serangan asam urat, memperparah nyeri sendi, dan menurunkan efektivitas obat anti-rematik yang dikonsumsi pasien.
Selain itu, alkohol juga dapat mengganggu kerja hati, organ yang berperan penting dalam memetabolisme obat-obatan yang biasa dikonsumsi penderita rematik.
6. Gluten
Gluten adalah protein yang ditemukan dalam gandum, barley, dan rye. Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa mengurangi asupan gluten dapat membantu menurunkan tingkat peradangan, terutama bagi penderita artritis reumatoid.
Beralih ke pola makan bebas gluten — seperti nasi, kentang, atau umbi-umbian — dapat membantu meringankan gejala dan menjaga energi tubuh lebih stabil.













