Media kredibel selalu menampilkan identitas seperti nama perusahaan, alamat kantor, kontak yang bisa dihubungi, dan nama-nama penanggung jawab redaksi.
Hal ini menunjukkan transparansi dan komitmen terhadap standar jurnalisme. Media yang tidak mencantumkan identitas tersebut biasanya tidak memiliki struktur redaksi yang jelas, dan ini bisa menjadi indikator bahwa mereka tidak mengikuti etika jurnalistik.
– Risiko: Tanpa redaksi yang jelas, pembaca sulit mengetahui siapa yang bertanggung jawab jika terjadi kesalahan informasi atau pelanggaran etika jurnalistik.
3. Sumber Berita yang Diragukan
Media abal-abal cenderung menggunakan sumber yang tidak kredibel atau bahkan tidak mencantumkan sumber sama sekali. Sumber berita yang tidak jelas ini berpotensi menciptakan atau menyebarkan informasi yang belum diverifikasi kebenarannya.
ย – Risiko: Anda mungkin terjebak dalam berita sensasional yang tidak akurat. Media seperti ini sering kali memanfaatkan informasi yang belum terkonfirmasi untuk mengejar jumlah klik atau menimbulkan reaksi emosional.
4. Berpotensi Menyebarkan Hoaks dan Informasi Provokatif
Tanpa pengawasan dari lembaga terkait, media abal-abal lebih leluasa untuk menyebarkan berita yang bersifat provokatif atau hoaks demi meningkatkan jumlah pembaca. Berita yang tidak memiliki landasan fakta ini bisa memicu keresahan di masyarakat.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.








