Pertama, pembinaan atlet. Perbasi akan membangun sistem pembinaan berjenjang mulai dari kelompok umur untuk mencetak atlet basket berbakat di Papua Tengah.
“Jadi ini membina pengembangan atlet basket itu sendiri,” ujarnya.
Kedua, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Fokus diarahkan pada peningkatan kompetensi pelatih melalui sertifikasi serta mencetak lebih banyak wasit berlisensi.
“Ini lebih kepada pelatih dan kepada wasit. Meningkatkan kompetensi pelatih melalui sertifikasi dan mencetak jumlah wasit berlisensi,” jelasnya.
Ketiga, pengembangan infrastruktur. Vivian menilai fasilitas bola basket di Papua Tengah masih belum merata. Menurutnya, lapangan basket umum di Nabire masih terbatas, sedangkan di Timika sebagian besar hanya tersedia di lingkungan sekolah. Sementara itu, di Kabupaten Paniai, Dogiyai, Puncak, Puncak Jaya, dan Intan Jaya, fasilitas serupa dinilai belum tersedia.











