“Persiapannya benar-benar ekstra, mulai dari persiapan materi (abstrak, manuskrip, PPT) serta persiapan presentasi. Sudah di rencanakan bisa menyampaikan tanpa baca teks, tapi karena waktu yang sangat terbatas, menggunakan bahasa asing, jadi sudah nervous duluan, akhirnya baca contekan”, ucapnya.

Kesulitan yang di alami, lanjut Ita, ada pada sesi tanya jawab, karena kurang dalam penguasaan Bahasa Inggris”, ungkapnya melalui pesan singkat.
Sementara itu, dalam kegiatan oral presentation, Ambar Purnomosari membagikan pengalamannya.
“Kesan pertama penuh deg degan, dan sangat luar biasa. Saya sangat senang untuk mengenalkan kekayaan jamu Indonesia untuk mengurangi dismenorhea”, ungkapnya.
Eksplorasi konten lain dari CMI News
Berlangganan untuk dapatkan pos terbaru lewat email.



















