“Ketika masyarakat datang berobat dan obatnya selalu tersedia, tingkat kepercayaan mereka terhadap fasilitas kesehatan pemerintah akan meningkat. Mereka tidak ragu datang sejak dini sebelum penyakitnya parah,” katanya.
Ketersediaan obat yang lengkap juga membantu menekan angka rujukan ke Puskesmas induk. Penyakit dasar seperti malaria ringan, ISPA, diare, dan infeksi kulit dapat ditangani langsung di kampung. Ini sangat meringankan beban fisik dan biaya masyarakat.
Pesan untuk Warga dan Apresiasi Masyarakat
Melalui kegiatan ini, Yanoarius menyampaikan pesan kepada seluruh warga Megaikebo dan Adauwo. “Pustu kini kembali siap melayani. Jika Anda atau keluarga merasa kurang sehat, segera datang ke Pustu. Obat di Pustu adalah milik bersama. Mari kita jaga fasilitasnya dan dukung petugas kesehatan yang bertugas,” pesannya.
Kehadiran tim PKM Timepa membawa obat disambut dengan rasa lega oleh masyarakat. Warga merasa aman karena tahu obat sudah tersedia dekat di Pustu tanpa harus menempuh jalan rusak ke kota saat sakit mendadak.
Masyarakat juga menyampaikan apresiasi atas perjuangan petugas yang datang meski hari sudah malam. “Mereka melihat betapa beratnya medan di wilayah kami. Kedatangan tim menimbulkan rasa hormat dan haru atas dedikasi petugas yang tidak memedulikan lelah demi kami,” ungkap Yanoarius menirukan rasa masyarakat.
Ia menambahkan, rasa syukur dan senyuman warga inilah yang menjadi semangat baru bagi petugas setelah seharian penuh mendampingi kegiatan pemuda dan dilanjutkan dengan perjalanan malam yang berat.













