“Menjadi bagian dari PSHT bukan hanya sekadar pengakuan organisasi, melainkan juga tanggung jawab moral untuk menjadi teladan di tengah masyarakat,” tegas Bupati Anom di hadapan ratusan pasang mata pesilat.
Bupati Anom menekankan bahwa esensi dari seorang pesilat PSHT tidak boleh hanya diukur dari kemahiran fisik atau ketangguhan teknik bela diri semata. Lebih dari itu, nilai sejati seorang pendekar terletak pada kekuatan mental, karakter yang luhur, serta kedisiplinan yang tinggi dalam kehidupan sehari-hari.
Menurutnya, di era modern yang penuh dengan keterbukaan, tantangan generasi muda semakin kompleks. Oleh karena itu, ia meminta warga PSHT untuk mampu menyaring arus informasi dengan bijak demi membentengi organisasi dari bahaya hoaks, fitnah, dan potensi perpecahan.
Bupati juga menginstruksikan seluruh anggota untuk berdiri di barisan terdepan dalam menolak segala bentuk anarkisme. “PSHT harus senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai kedamaian dengan menolak segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkistis, serta ikut menjaga persatuan dan kekondusifan wilayah,” tambahnya.
Pemerintah Kabupaten Pemalang berharap, dengan bertambahnya 368 warga baru ini, PSHT dapat memperluas daya jangkau kontribusi positifnya bagi daerah. Organisasi ini diharapkan terus berkolaborasi dengan pemerintah maupun pihak swasta dalam program pembinaan kepemudaan, pelestarian lingkungan, dan menjaga stabilitas keamanan.
Gayung bersambut, Ketua Cabang PSHT Kabupaten Pemalang, Slamet Efendi, menyatakan kesiapan anggotanya untuk merealisasikan harapan pemerintah daerah tersebut. Dengan total basis massa di Pemalang yang kini mencapai sekitar 20 ribu anggota, PSHT berkomitmen menjadi kekuatan sosial yang siap mengabdi.
“PSHT siap hadir di tengah masyarakat, membantu dalam kegiatan sosial, penanggulangan bencana, serta menjaga keamanan dan ketertiban,” pungkas Slamet Efendi.
Melalui momentum pengesahan ini, PSHT Pemalang kembali menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar melahirkan atlet atau pesilat, melainkan mencetak manusia berbudi luhur yang tahu benar salah, demi Pemalang yang aman dan kondusif.













