Defisit yang melebar berarti kebutuhan devisa meningkat, sementara pasokan valuta asing dari ekspor ke Rusia relatif terbatas. Kondisi ini ikut menekan posisi rupiah dalam transaksi lintas negara.
Namun demikian, faktor domestik Indonesia bukan satu-satunya penyebab. Pelemahan rupiah juga dipengaruhi oleh fenomena sebaliknya: penguatan rubel yang sangat agresif sepanjang tahun ini.
Rubel Menguat Tajam, Rupiah Kian Terdesak
Sejak awal 2025, rubel Rusia justru tampil impresif dengan penguatan sekitar 30% terhadap dolar AS. Kurs rubel yang semula berada di kisaran RUB 113 per dolar AS, kini menguat ke level sekitar RUB 79.
Penguatan rubel ini membuat tekanan terhadap rupiah semakin terasa. Ketika rubel menguat terhadap dolar, sementara rupiah melemah terhadap dolar, maka jarak nilai tukar rupiah terhadap rubel pun melebar dengan cepat.
Namun, menguatnya rubel bukan semata karena sentimen positif global terhadap Rusia.
Kebijakan Keras Putin Jadi Kunci Kuatnya Rubel













