Solo, CMI News— Sebuah babak bersejarah dimulai bagi Keraton Surakarta Hadiningrat. Setelah wafatnya Sri Susuhunan Paku Buwono XIII (PB XIII), sang putra mahkota, Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamangkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram, resmi naik takhta dan menyandang gelar Sampeyandalem Ingkang Sinuwun Kanjeng Susuhunan Paku Buwono XIV (PB XIV).
Penobatan yang dilakukan pada Rabu Legi, 5 November 2025, berlangsung dalam momen yang sakral dan penuh makna. PB XIV mengucapkan ikrar resmi sebagai penerus tahta Keraton Surakarta Hadiningrat tepat di hadapan jenazah ayahandanya, Sri Susuhunan Paku Buwono XIII, sebelum prosesi pemberangkatan menuju pemakaman raja-raja Mataram di Imogiri. Ikrar ini mendapat dukungan penuh dari keluarga inti PB XIII, menegaskan kesesuaian dengan paugeran (aturan adat) Kasunanan.
Profil Raja Termuda: Akademisi Gen-Z di Tahta Mataram
Usia PB XIV yang baru menginjak 23 tahun menjadikannya salah satu pemimpin Keraton Surakarta termuda dalam sejarah modern. Kelahiran tahun 2002 ini sekaligus menempatkannya sebagai raja dari Generasi Z, sebuah fakta yang memancarkan optimisme besar bagi pelestarian budaya di era digital.
Raja muda ini memiliki rekam jejak pendidikan yang cemerlang:













