
“Secara langsung dampak dari kegiatan ini masyarakat bisa saling bersilaturahmi. Dampak tidak langsungnya, kami berharap anak cucu Eyang Wirapada dalam menapak kehidupan yang akan datang selalu nguri-uri budaya, selalu ingat dengan leluhur, sehingga tidak terjadi arogansi atau pemikiran yang tidak sejalan dengan apa yang sudah diajarkan oleh para leluhurnya”, tutup Kades Keleng.
Kegitan resik dalan ini diakhiri dengan memanjatkan doa memohon keselamatan, keberkahan anak cucu Eyang Wirapada khususnya, dan masyarakat Desa, dipimpin tokoh agama desa yang dilakukan di Pasemuan Eyang Wirapada dengan bermacam hidangan dan nasi tumpeng, yang nantinya hidangan tersebut dibawa pulang oleh masyarakat sebagai bentuk syukur telah melaksanakan resik dalan.















