Meski demikian, latar belakang Yamal sebagai pemain berdarah Maroko masih menjadi bahan perbincangan. Fakta tersebut membuat Hadji menyayangkan pilihan Yamal yang lebih memilih Spanyol ketimbang membela negara asal leluhurnya.
“Walaupun dia bermain untuk Spanyol, cinta yang dia dapatkan dari orang-orang Spanyol tidak akan sama seperti yang dia terima jika membela Maroko,” ujar Hadji, dikutip dari Al Arabiya.
Menurut Hadji, keputusan Yamal berpotensi menjadi penyesalan di masa depan. Ia menilai Yamal akan mendapatkan penerimaan yang jauh lebih besar jika memilih Timnas Maroko.













