Pemilihan Jalan Pahlawan sebagai lokasi aksi sosial ini ternyata memiliki alasan filosofis yang kuat. Ketua DPW IWOI Jawa Tengah, Teguh, mengungkapkan bahwa lokasi ini dipilih sebagai pengingat akan jati diri wartawan sebagai pejuang informasi.
“Jalan Pahlawan bukan sekadar aspal dan trotoar. Ini adalah simbol semangat kami untuk terus berjuang bagi masyarakat melalui karya jurnalistik. Di usia sewindu ini, kami ingin semangat kepahlawanan itu mewujud dalam aksi nyata, yakni berbagi kepada sesama,” tegas Teguh.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari tersebut menyasar para pengemudi ojek online, petugas kebersihan, hingga pengguna jalan. Ketua DPD IWOI Kota Semarang, Alex, menyebut bahwa di usia yang ke-8, IWOI ingin mempertegas identitasnya sebagai organisasi yang dekat dengan rakyat.
“Melihat senyum mereka saat menerima nasi bungkus adalah kado terindah bagi kami. Kami ingin IWOI tidak hanya dikenal melalui tulisan di layar ponsel, tapi juga melalui kehadiran fisik yang memberi manfaat,” tambah Alex.
Meski bersifat seremonial, Biro Hukum IWOI, Ahmad Dalhar, mengingatkan bahwa aksi ini adalah pengingat bagi seluruh anggota untuk tetap bekerja dalam koridor hukum namun tetap mengedepankan sisi humanis.
“Pers memang bekerja dengan aturan hukum yang kaku, tapi di usia ke-8 ini, kami ingin membuktikan bahwa nurani dan kemanusiaan adalah prioritas utama. Wartawan adalah bagian tak terpisahkan dari masyarakat,” pungkasnya.
Acara ditutup dengan prosesi pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas delapan tahun perjalanan IWOI dalam mengawal demokrasi di Indonesia.















