Berkaca dari kondisi tersebut, Prabowo menilai Indonesia perlu memiliki lumbung pangan yang kuat, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga hingga kabupaten dan desa. Ia pun telah menginstruksikan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk mengembangkan sumber pangan baru sampai ke daerah-daerah.
Selain produksi, Prabowo juga menyoroti persoalan distribusi pangan yang selama ini menjadi tantangan besar. Luasnya wilayah Indonesia membuat biaya logistik melonjak, sehingga harga pangan bisa sangat berbeda antarwilayah.
“Negara kita terlalu besar, sehingga beras yang mungkin produksi di satu daerah mungkin hanya Rp 8.000 atau Rp 9.000 tetapi di suatu provinsi bisa Rp 25.000 karena faktor komunikasi, karena faktor logistik. Jadi kita dipaksa oleh alam kita untuk masing-masing mengejar swasembada pangan,” katanya.













