Sementara itu, Kepala BNN Komjen Martinus Hukom menegaskan bahwa peluncuran program ini adalah pesan tegas bagi para bandar narkoba. “Negara tidak akan mundur dan serius untuk perang terhadap narkoba,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa sindikat narkoba menghalangi program pembangunan manusia yang sedang digalakkan oleh Presiden Prabowo Subianto, seperti Sekolah Rakyat dan Makan Bergizi Gratis.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, beberapa langkah konkret akan segera diambil:
- Pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Anti Narkoba di setiap desa, dimulai tahun depan.
- Pengawasan ketat dari Kepala Desa dan masyarakat terhadap keluarga serta warga di sekitar. Jika ada yang mencurigakan, mereka diimbau untuk segera melapor kepada pihak berwajib.
- Optimalisasi Program Cek Kesehatan Gratis dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengidentifikasi data kesehatan individu.
Yandri Susanto juga mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari alim ulama, pondok pesantren, hingga sekolah-sekolah, untuk ikut berkontribusi dalam melawan narkoba. Dengan kekompakan seluruh pihak, ia meyakini program BNN ini bisa sukses hingga ke level paling bawah.












