“Kami bertemu langsung dengan para camat dan lurah untuk memetakan titik-titik krusial penanganan banjir dan rob. Salah satu fokus utamanya adalah memastikan fungsi dan persebaran pompa air bekerja secara optimal di kawasan terdampak,” ujar Rizal Bawazier, Rabu (22/7/2026).
Rizal, yang saat ini bertugas di Komisi VI DPR RI dengan lingkup kerja bidang perdagangan, kawasan industri, investasi, koperas, UKM, hingga BUMN, menilai percepatan penanggulangan banjir dan rob merupakan syarat mutlak demi menjaga stabilitas perekonomian warga serta iklim usaha lokal.
Menurutnya, gangguan banjir yang berkepanjangan tidak hanya merugikan permukiman warga, melainkan juga menghambat pergerakan UMKM serta aktivitas industri kreatif. Hal ini terutama berdampak pada sentra produksi batik yang menjadi urat nadi perekonomian Kota Pekalongan.
Melalui penyerapan aspirasi dari jajaran pemerintah tingkat kecamatan dan kelurahan ini, Rizal berkomitmen untuk mengawal serta mengomunikasikan kebutuhan infrastruktur penanganan banjir Kota Pekalongan ke tingkat pusat maupun kementerian terkait.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan penanganan terpadu yang berkelanjutan, sehingga persoalan banjir dan rob yang menahun di Pekalongan dapat teratasi secara bertahap dan menyeluruh.











