PEMALANG, CMI News — Bupati Pemalang Anom Widiyantoro secara resmi melepas kegiatan Gowes Bersama Indonesia dan Iran yang bertajuk “Sepeda Menyatukan Sahabat Selamanya”. Kegiatan yang menjadi simbol persahabatan, persaudaraan, dan kebersamaan lintas negara melalui olahraga bersepeda tersebut dilepas secara meriah di pertigaan City Walk, tepat di depan Kantor Pegadaian Kabupaten Pemalang, Minggu pagi (21/6/2026).
Usai mengibarkan bendera start tanda melepas peserta gowes, Bupati Anom Widiyantoro bersama Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP. PKK) Kabupaten Pemalang, Ny. Noor Faizah Maenofie, langsung membaur dengan ratusan peserta lainnya. Mereka antusias mengayuh sepeda bersama, menyusuri jalanan kota hingga titik transit di Gandulan Culinary City (GCC).
Kegiatan seremonial dan olahraga bersama ini sengaja digelar untuk menyambut secara terhormat pesepeda asal negara Iran yang tengah menempuh perjalanan panjang lintas benua. Sebelum melanjutkan perjalanannya ke arah timur menuju Kota Semarang dan berakhir di titik finis di Pulau Bali, pesepeda asal Timur Tengah tersebut menyempatkan diri untuk singgah dan berinteraksi dengan masyarakat Pemalang. Perjalanan epik ini membawa misi besar, yakni sebagai simbol pertukaran budaya serta penyemangat persatuan antarmasyarakat di berbagai belahan negara Asia.
Sebelum melepas rombongan gowes, Bupati Anom Widiyantoro dalam sambutannya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas terselenggaranya agenda ini. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan representasi dari kehangatan dan keramahan khas masyarakat Pemalang dalam menyambut tamu mancanegara yang membawa misi kedamaian.
“Ini bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan sebuah perjalanan budaya sekaligus jembatan persahabatan yang kokoh dari masyarakat Iran untuk Indonesia, serta seluruh masyarakat Asia yang berada di sepanjang rute yang mereka lalui, mulai dari Asia Selatan hingga Asia Tenggara,” ujar Bupati Anom.
Lebih lanjut, Bupati Pemalang mengungkapkan rasa bangganya karena Kabupaten Pemalang dipilih sebagai salah satu titik singgah dan tempat bermalam oleh perwakilan pesepeda Iran tersebut. Hal ini membuktikan bahwa wilayah Pemalang memiliki situasi kamtibmas yang sangat kondusif serta keterbukaan sosial yang tinggi bagi komunitas global.
“Tentunya kita semua sangat bergembira karena beliau bisa singgah, beristirahat, dan bermalam di Pemalang. Masyarakat kita, khususnya para pegiat dan komunitas bikers lokal, dengan spontan menyambut hangat dan turut mengantar rombongan ini hingga ke wilayah Gandulan sebelum mereka melanjutkan perjalanan panjang menuju Semarang,” imbuh Anom.
Semangat persaudaraan tidak hanya ditunjukkan oleh jajaran birokrasi, tetapi juga terpancar kuat dari akar rumput komunitas sepeda di Pemalang. Salah satu peserta gowes, Atmaji, yang merupakan anggota Komunitas Gosae (Gowes Santae) asal Dukuh Kebumen, Desa Pedurungan, mengaku sangat mengapresiasi dan antusias mengikuti momen langka ini.
Atmaji menuturnkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan komunitas sengaja hadir sejak pagi hari untuk mengenal secara langsung pesepeda tangguh asal Iran tersebut. Bahkan, sebagai bentuk penghormatan dan solidaritas sesama bikers, mereka berkomitmen mengawal dan menemani perjalanan rombongan tersebut, setidaknya hingga memasuki wilayah Kecamatan Comal.
“Kegiatan gowes bersama ini bukan sekadar olahraga mencari keringat, tetapi menjadi momentum nyata untuk menumbuhkan kembali semangat kebangsaan, persatuan, dan perdamaian dunia. Kegiatannya sangat menyenangkan, terasa penuh kekerabatan, guyub, dan menyatu antar-komunitas,” tutur Atmaji dengan raut wajah sumringah.
Atmaji juga menaruh harapan besar agar esensi dari kegiatan ini dapat bergaung lebih luas ke masyarakat luas. “Kami berharap kita semua tetap menjaga semangat persatuan ini, khususnya dalam mendukung terciptanya perdamaian dunia, yang selaras dengan visi utama perwakilan Iran yang rela bersepeda melintasi berbagai negara di Asia ini,” pungkasnya.
Melalui kegiatan gowes lintas negara ini, pesan moral yang ingin disampaikan adalah bahwa perbedaan latar belakang negara, bahasa, dan budaya bukanlah sekat pembatas. Sebaliknya, olahraga terbukti mampu menjadi media instruksional yang sangat efektif dan universal dalam menyatukan perbedaan, mencairkan ketegangan, serta membangun fondasi perdamaian dunia yang berkelanjutan.
Turut hadir mendampingi Bupati dalam agenda tersebut di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda Pemalang, jajaran Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemda Pemalang, serta ratusan pegiat dari berbagai ekosistem komunitas gowes se-Kabupaten Pemalang. (Red)












