Pemalang, 22 Mei 2025 – Dalam upaya menguatkan peran budaya dalam peningkatan kualitas kebijakan publik, Pengurus Cabang Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (PC Lesbumi) NU Pemalang menggelar kegiatan bertajuk Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional. Acara ini diinisiasi bersama Mohammad Saleh, S.T., M.En., Wakil Ketua DPRD Provinsi Jawa Tengah sekaligus Pengurus LPPNU Jawa Tengah.
Bertempat di Sanggar Diwangkara, Jalan Tidar, Mulyoharjo, Pemalang – milik Mba Wulan, anggota Divisi Seni Tari Lesbumi – kegiatan ini berlangsung pada Kamis (22/5) mulai pukul 15.00 WIB.
Acara diawali dengan pertunjukan seni tari anak-anak usia sekolah dasar binaan Mba Wulan yang memukau para tamu undangan. Penampilan mereka menjadi simbol semangat regenerasi dalam pelestarian budaya lokal.
Ketua Lesbumi PCNU Pemalang, Mbah Dastro, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam terhadap terselenggaranya acara tersebut. Ia menyebut kegiatan ini sebagai wujud nyata dari nguri-uri (melestarikan) kebudayaan nusantara. Mbah Dastro juga memperkenalkan produk unggulan Lesbumi berupa kopi dari Temanggung yang akan dibagikan kepada para peserta di akhir acara sebagai bentuk dukungan terhadap produk lokal berbasis komunitas budaya.
Sambutan kedua disampaikan oleh Gus Bahri, Ketua PCNU Pemalang. Ia menegaskan bahwa membicarakan kebudayaan berarti juga membicarakan sejarah masuknya Islam ke nusantara. “Pada masa Walisongo, pendekatan budaya menjadi sarana utama dalam menyebarkan Islam ala Ahlussunnah wal Jamaah. Maka, menjaga budaya berarti juga menjaga marwah dakwah Islam nusantara,” ungkapnya.
Sambutan ketiga mewakili Mohammad Saleh, S.T., M.En. disampaikan oleh staf perwakilannya. Dalam pesannya, Mohammad Saleh menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat hadir secara langsung akibat agenda penting yang tidak dapat ditinggalkan. Ia menitipkan salam hangat kepada seluruh peserta acara dan berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut di masa mendatang.
Menjelang penutupan, para hadirin disuguhi dua pertunjukan tradisional: Tari Sintren dan Kuda Lumping yang menggambarkan kekayaan ekspresi budaya masyarakat Jawa.
Acara kemudian ditutup dengan bacaan hamdalah secara bersama-sama, menandai berakhirnya kegiatan penuh makna yang tidak hanya membangkitkan semangat kebudayaan, tetapi juga mempererat sinergi antara komunitas budaya dan pemangku kebijakan di daerah.
Beranda
JAWA TENGAH
Pemalang
Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional: Lesbumi Pemalang dan Mohammad Saleh Inisiasi Pelestarian Budaya di Sanggar Diwangkara
Peningkatan Kualitas Kebijakan Melalui Media Tradisional: Lesbumi Pemalang dan Mohammad Saleh Inisiasi Pelestarian Budaya di Sanggar Diwangkara
Putu Pesa | CMI News2 min baca













