Peningkatan pulau Tidung dan sekitarnya yang menjadi tujuan pariwisata belum cukup menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kemiskinan warga di sekitar pulau-pulau yang ada. Hal ini terjadi karena sebagian besar penduduk Pulau Tidung dan sekitarnya masih tetap memilih lebih banyak fokus untuk berprofesi sebagai nelayan. Padahal mata pencaharian sebagai nelayan ini, rentan terhadap kondisi sosial ekonomi yang kompleks, sehingga sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Apalagi tergantung dengan musim dan cuaca, ditambah modal melaut yang juga terbatas.
Selain itu, ada PR yang cukup penting juga untuk segera diatasi, yakni soal lingkungan hidup. Adanya abrasi, berkurangnya pohon-pohon bakau, serta sampah yang menumpuk di sekitar pantai maupun sebagian perairan Pulau Tidung dan sekitarnya menjadi permasalahan yang menuntut solusi nyata. Memang ada alasan, katanya sebagian sampah-samah ini berasal dari Jakarta, namun faktanya jelas tidak mungkin untuk dibiarkan dan malah bisa menggangu keindahan dan kebersihan serta kesehatan lingkungan kepulauan Seribu yang indah ini
Melihat itu semua, kami dari Tim IZI, setelah berdiskusi sambil melihat kondisi yang ada memiliki ide untuk mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis perikanan dan pariwisata lokal guna memajukan masyarakat Pulau Tidung dan sekitarnya di Kepulauan Seribu.
Upaya yang masih dalam bentuk ide dan gagasan ini diharapkan akan juga di inisiasi Tim IZI DKI Jakarta untuk segera menemukan langkah nyata untuk mengembangkan sub-sektor ekonomi kreatif, seperti video, film, dan fotografi, serta pelatihan dan pendampingan bagi pengusaha kecil yang ada di sana.
Tak lupa juga perlu ada edukasi terkait kebersihan lingkungan, pengelolaan sampah dan peningkatan kampanye produk binaan masyarakat yang akan dihasilkan agar bisa tumbuh dan menopang kebutuhan ekonomi warganya.















