Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
BeritaPemalang

Beda dari Biasanya, Begini Prosesi Jamasan Pusaka Kadipaten Pemalang

×

Beda dari Biasanya, Begini Prosesi Jamasan Pusaka Kadipaten Pemalang

Sebarkan artikel ini

“Pusaka bukan sekadar benda warisan, tetapi juga menyimpan sejarah dan menjadi saksi perjalanan waktu. Pusaka menjadi pengingat bahwa sebelum kita hidup pada masa sekarang, telah ada para leluhur yang berjuang dan berkarya demi kemajuan serta kemuliaan daerah,” ujar Bupati Anom.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa esensi dari jamasan ini bukan hanya membersihkan kereta kencana secara fisik agar terawat, melainkan menyucikan hati dan merawat nilai-nilai luhur seperti kebersamaan, persatuan, dan sikap rendah hati atas setiap keberhasilan yang dicapai.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pemalang, Fera Djokosusanto, menambahkan bahwa pengemasan baru ini sengaja dirancang untuk meningkatkan daya pikat budaya lokal. Di tengah gempuran zaman modern, tradisi ini diharapkan mampu memicu rasa memiliki (rasa memiliki) yang kuat di kalangan generasi muda Pemalang terhadap akar sejarah mereka.

Malam itu, di bawah atap Ndalem Notonagoro dan disaksikan oleh para seniman, budayawan, serta tokoh masyarakat, tradisi Jamasan Pusaka Pemalang sukses bertransformasi. Ia tidak lagi sekadar menjadi ritual rutin tahunan, melainkan sebuah refleksi budaya yang hidup, relevan, dan memikat hati siapa saja yang menyaksikannya. Rangkaian acara malam itu pun ditutup dengan penuh rasa syukur lewat prosesi pemotongan tumpeng oleh Bupati.









error: