Dalam pidatonya, Dr. Jusak Elkana Ayomi mengingatkan seluruh jajaran bahwa tantangan dunia hukum ke depan akan semakin kompleks.
Ia berpesan agar para jaksa tidak hanya terpaku pada cara-cara lama, melainkan harus berani berinovasi tanpa kehilangan jati diri sebagai penegak keadilan.
“Keadilan tidak boleh tertinggal oleh zaman. Jaksa harus berada di depan perubahan dan bukan di belakangnya. Integritas seorang jaksa ialah kompas di tengah dunia hukum yang terus berubah,” tegas Jusak di hadapan para hadirin yang terdiri dari para Kepala Seksi, Kasubag Bin, serta para rohaniawan.
Lebih lanjut, Jusak juga menyentuh sisi filosofis dari tugas seorang jaksa yang kini harus lebih peka terhadap dinamika sosial. Menurutnya, pemahaman akan kebenaran harus selalu diperbarui agar relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.
“Kebenaran tidak hanya dicari, namun harus dipahami dalam bentuk yang baru. Seorang jaksa bukan sekadar mengikuti, tetapi memahami dan mengarahkan ke jalan yang benar. Ketika waktu terus bergerak maju, keadilan tetap menjadi arah dan kita para jaksa ialah penjaganya,” ujarnya dengan penuh penekanan.
Pelantikan ini menjadi angin segar bagi masyarakat Suku Mee dan warga Nabire secara umum.
Kehadiran Ema Kristina Dogomo sebagai Kasi Pidsus diharapkan mampu memberikan sentuhan kearifan lokal dalam setiap langkah penegakan hukum, terutama dalam menangani kasus-kasus korupsi dan pidana khusus lainnya secara profesional dan transparan.













