“Melalui kegiatan ini setidaknya bisa menghalangi, ketika kita menyatu dengan alam, saya meyakini alam pun tidak akan murka dengan manusia itu sendiri”, ucapnya.

Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Tengah, yang diwakili KSDA Resor Cilacap, Wahyono, menyebut, kita bersinergi bersama melestarikan alam, di Bengawan Adiraja, yang mana sebelah Utara dari tempat ini merupakan kawasan taman wisata alam Gunung Selok, dengan banyak situs religi.
Menurutnya, manfaat mangrove sangat banyak, diantara bisa mencegah abrasi. “Sudah diketahui dalam penelitian, bahwa serapan karbon mangrove lebih tinggi 5x dari hutan yang ada di daratan”, jelasnya.
Salah satu manfaat lain dari hutan mangrove akan mengurangi bahaya rusak dari gelombang besar. “Mudah mudahan tidak terjadi”, tegasnya.
Penanaman ribuan mangrove yang diinisiasi oleh ARuPA di Bengawan Adiraja, diikuti oleh BKSDA Provinsi Jawa Tengah melalui KSDA Resor Cilacap, BPBD Kabupaten Cilacap, Camat Adipala, Koramil dan Polsek Adipala, pemerintah desa Karangbenda, pemerintah desa Adiraja, perwakilan pelajar SD hingga SMA di Adipala, serta penghayat kepercayaan dari Yayasan Semesta Sejati dan masyarakat pemangku hutan wilayah setempat. (*)














