Melalui kegiatan itu Lapenkop berharap, para anggota, khususnya ASN di lingkungan Kementerian Agama, semakin memahami pentingnya peran koperasi sebagai sarana peningkatan kesejahteraan bersama.
“Kami ingin koperasi menjadi rumah ekonomi bagi ASN. Kalau anggotanya paham dan aktif, koperasi pasti bisa lebih berdaya,” tambah Laili.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Sementara itu, Ketua KKPRI Ikhlas, Nasrun Anwar Hidayat mengatakan, bahwa pendidikan anggota merupakan agenda rutin yang terus dijalankan setiap tahun, selama kepemimpinannya.
“Pendidikan seperti ini menjadi bekal penting bagi anggota agar memahami hak, kewajiban, serta manfaat menjadi bagian dari koperasi,” ujarnya.
Dan nantinya, lanjut Nasrun, seluruh anggota, yang berjumlah 860 anggota, semuanya akan memperoleh kesempatan yang sama untuk mengikuti pendidikan perkoperasian.
“Dari 860 anggota, saat ini sudah empat kali pendidikan anggota, jika masing-masing 150 anggota, berarti masih ada lagi dua kali pendidikan perkoperasian untuk anggota, agar semua merata,” pungkasnya.
Kegiatan pembukaan ditutup dengan foto bersama seluruh peserta, pengurus KKPRI Ikhlas, dan tim Lapenkop Wilayah Jawa Tengah. Para peserta terlihat antusias dan berharap, pelatihan serupa dapat terus berlanjut di tahun-tahun mendatang.





