Salah satu kutipan yang menjadi refleksi dalam buku tersebut berbunyi:
“Orang bijak berbicara karena ada sesuatu untuk dikatakan; orang bodoh berbicara karena mereka harus mengatakan sesuatu.”
Komunitas Literasi Dogiyai Maju menegaskan bahwa dua buku ini sangat penting untuk dikuasai dan dibaca oleh pelajar, mahasiswa, dan seluruh kalangan, sebagai bekal membangun daya kritis, kesadaran sosial, serta kemampuan berkomunikasi yang sehat.
Pengadaan buku ini juga menjadi penanda bahwa Komunitas Literasi Dogiyai Maju telah memasuki tahun ketiga pergerakan literasi. Sejak awal berdiri, komunitas ini secara konsisten menjalankan kegiatan lapak baca keliling di kampung-kampung, meski belum memiliki perpustakaan permanen.
“Ini awal tahun 2026, hari kedua kami sudah membeli buku untuk memperkuat gerakan literasi. Kami akan terus berjalan dari kampung ke kampung demi menyelamatkan generasi Dogiyai melalui literasi. Kami percaya, inilah salah satu jalan utama bagi masa depan generasi Papua, khususnya generasi Dogiyai,” ungkap penggerak komunitas.













