“Kemajuan teknologi membawa banyak kemudahan dan peluang bagi anak-anak untuk belajar dan berinteraksi dengan dunia luar. Namun, tanpa pengawasan yang ekstra, anak-anak bisa saja terjebak dalam penggunaan gadget yang tidak terkendali, yang dapat mempengaruhi kesehatan fisik mereka seperti gangguan penglihatan, masalah postur tubuh, serta kesehatan mental seperti kurangnya kemampuan berkomunikasi secara langsung dan munculnya gejala kecemasan,” ujar Heni.
Mengenali Gejala Kecanduan
Di hadapan puluhan orang tua dan tokoh masyarakat, Heni memberikan peringatan mengenai tanda-tanda anak yang mulai terjerumus dalam kecanduan gadget. Menurutnya, kewaspadaan orang tua adalah garda terdepan.
Tanda-tanda tersebut meliputi kesulitan anak melepaskan diri dari perangkat digital, munculnya perilaku marah atau cemas saat tidak mendapatkan akses gadget, hingga kecenderungan mengabaikan aktivitas penting lainnya seperti belajar, bermain di luar ruangan, dan berinteraksi sosial.
Yayasan ABANA tidak menyarankan metode yang drastis, melainkan pendekatan yang lebih humanis. Salah satu narasumber menekankan pentingnya transisi yang halus agar anak tidak merasa tertekan.











