Scroll untuk baca artikel
banner
banner
banner
SemarangWisata

KAI Wisata Hidupkan Malam Lawang Sewu dengan “Kios Makanan Seribu Pintu”

×

KAI Wisata Hidupkan Malam Lawang Sewu dengan “Kios Makanan Seribu Pintu”

Sebarkan artikel ini
KAI Wisata Hidupkan Malam Lawang Sewu dengan "Kios Makanan Seribu Pintu"
KAI Wisata Hidupkan Malam Lawang Sewu dengan "Kios Makanan Seribu Pintu" (foto:istimewa)

SEMARANG – PT Kereta Api Pariwisata (KAI Wisata) terus berinovasi dalam memperkaya pengalaman wisatawan di kawasan cagar budaya. Terbaru, mereka meluncurkan program menarik bertajuk Lawang Sewu De Voedselkraam, yang secara harfiah berarti “Kios Makanan Seribu Pintu” dalam bahasa Belanda. Inisiatif ini tidak hanya bertujuan untuk menghidupkan suasana malam di ikon Kota Semarang, Lawang Sewu, tetapi juga memberikan dukungan nyata kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal.

Riesta Junianti, Corporate Branding & Communication KAI Wisata, mengungkapkan bahwa Lawang Sewu De Voedselkraam hadir sebagai upaya untuk menawarkan pengalaman wisata sejarah yang lebih beragam. “Melalui program ini, kami ingin menghidupkan kembali kawasan heritage Lawang Sewu di malam hari. Selain itu, kami juga menghadirkan konsep kuliner santai yang dapat dinikmati oleh masyarakat luas,” ujarnya kepada wartawan baru-baru ini.

Advertisement
Scroll kebawah untuk lihat konten

Nama “Lawang Sewu De Voedselkraam” sendiri memiliki makna yang dalam. “Voedsel” berarti makanan, dan “Kraam” berarti kios atau gerai. Dipadukan dengan “Lawang Sewu” yang berarti seribu pintu, nama ini secara unik menggambarkan deretan kios makanan yang hadir di kawasan bersejarah tersebut.

Konsep yang diusung adalah menghadirkan berbagai tenant UMKM terpilih yang menjajakan aneka hidangan khas Semarang dan sekitarnya. Pengunjung dapat menikmati kelezatan lumpia, bandeng presto, wingko babat, serta berbagai pilihan kuliner Nusantara seperti bubur ayam dan nasi goreng. Tak ketinggalan, sajian kekinian, roti panggang, dan aroma kopi yang menggoda turut memanjakan lidah para pengunjung. Bahkan, dihadirkan pula angkringan dengan konsep Foodtrain dan area lesehan yang menambah daya tarik suasana malam di Lawang Sewu.

Lawang Sewu De Voedselkraam telah mulai beroperasi sejak akhir April 2025 dan buka setiap hari Selasa hingga Minggu, mulai pukul 20.00 hingga 02.00 WIB. Sebanyak 13 tenant lokal terpilih turut meramaikan program ini. Akses bagi pengunjung dibuka secara gratis khusus di area halaman depan Lawang Sewu, dengan tetap mengedepankan upaya pelestarian dan menjaga keaslian bangunan utama.

Lebih lanjut, Riesta menjelaskan bahwa program ini tidak hanya sekadar menawarkan pengalaman kuliner bagi wisatawan. “Kami berharap Lawang Sewu De Voedselkraam dapat menjadi wadah pengembangan ekonomi kreatif lokal. Kehadiran program ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk-produk unggulan mereka kepada masyarakat luas dalam balutan suasana heritage yang ikonik,” imbuhnya.

Untuk menciptakan kenyamanan bersama, KAI Wisata mengimbau seluruh pengunjung untuk senantiasa menjaga kebersihan, menghormati fasilitas cagar budaya, serta mematuhi segala ketentuan yang berlaku di kawasan Lawang Sewu.

“Kami mengajak seluruh masyarakat dan wisatawan untuk merasakan suasana santai malam yang unik di Lawang Sewu melalui program De Voedselkraam ini. Kami juga sangat terbuka terhadap masukan dari pengunjung demi terus meningkatkan kualitas layanan kami,” pungkas Riesta.

Dengan hadirnya Lawang Sewu De Voedselkraam, diharapkan kawasan bersejarah ini semakin hidup dan menjadi destinasi yang menarik dikunjungi tidak hanya pada siang hari, tetapi juga di malam hari, sambil menikmati kekayaan kuliner lokal yang beragam.

























banner
error:
Verified by MonsterInsights