Salah satu poin krusial yang disoroti oleh Said Iqbal adalah mengenai target pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8 persen. Menurutnya, angka pertumbuhan yang tinggi tersebut tidak akan bermakna optimal tanpa adanya keseimbangan sosial.
“Pertumbuhan tersebut harus diimbangi dengan redistribusi kekayaan yang merata dan kesetaraan kesempatan,” ujar Said Iqbal.
AdvertisementScroll kebawah untuk lihat konten
Selain fokus pada makroekonomi, Said Iqbal juga membawa misi besar yang menyentuh langsung hajat hidup para pekerja di lapangan. Ia memandang bahwa arah kebijakan kesejahteraan buruh ke depan harus bertumpu pada tiga pilar utama:
1. Kepastian Kerja: Menjamin keberlangsungan iklim kerja yang stabil bagi buruh.
2. Kepastian Pendapatan: Memastikan hak-hak finansial pekerja terpenuhi secara layak.



















